JIWA KEPEMIMPINAN

Pentingnya jiwa kepemimpinan pada seseorang yang disebut sebagai seorang pemimpin, apakah dia akan menjadi seorang leader atau seorang boss. Dan tak sedikit dari orang-orang tersebut berpura-pura sebagai leader walau dia sebenarnya memiliki jiwa bossy. Jika di depan umum, dia akan menampilkan image leadernya, sedangkan di belakang dia akan membuat oposisi yang menyudutkan pihak lain, walaupun itu adalah bawahannya sendiri. Pemimpin yang baik, akan memisahkan perannya secara totalitas. Jika sebagai pemimpin, dia adalah 100% leader. Sedangkan di luar konteks itu, dia adalah 100% dirinya sendiri. Bukan mencampur-adukkan perannya. Pemimpin, tidak seharusnya membentuk sebuah oposisi di dalam tim, karena menyudutkan anggota timnya sama saja menikam dirinya sendiri. Tapi, orang-orang seperti itu baiknya menyadari apa yang telah dia lakukan sendiri, karena dorongan dari orang lain berupa kata-kata apalagi kata-kata itu keluar dari pihak yang disudutkan hanya akan berdampak 0% dan penolakan akan bertambah 20%. Persentasenya tergantung pada sikap yang ditunjukkan oleh pemimpin tersebut. Ada yang bersikap OK di depan semua orang, tetapi membelot di belakang. Ada pula yang terang-terangan membelot dibantu oposisinya.

Komentar